Fatwa Kyai, Sedekah = Sukses

Artikel berjudul Sedekah = Sukses ini saya copas dari Facebook Ngaji Bareng Gus Fuad Plered



Siapa yang tak ingin bahagia, sukses, pintar, kaya, sehat, selamat, sejahtera dunia-akherat? Siapa yang tak ingin terhindar dari duka-lara, kegagalan, kekurangan, marabahaya, bencana, kecelakaan, wabah penyakit? Tuhan Sang Maha Penentu Segalanya, melalui lisan Nabi-Nya, berulang-ulang telah menganugrahkan salah-satu diantara “resep”nya: sodaqoh! Setiap kita diberiNya rejeki, 5-10 % (syukur-syukur lebih), berikan pada yang berhak diberi. Lakukan terus-menerus secara konsisten, sebab “resep” ini biasanya manjur setelah dipraktekkan berkali-kali. Kenapa 5-10%? Ini bagi kelas pemula.

Bagi kelas berat, misalnya para Sahabat Nabi dan ulama-ulama salafus solihin, sodaqoh mereka persis seperti diungkapkan Al Qur’an: seperlima (20%), atau seperempat (25%), atau sepertiga (33,33%), atau separo (50%). Malah ada yang : 100%! Sekadar contoh: Abu Bakar As Sidiq dari kalangan Sahabat Nabi, Ibrahim bin Adham dari kalangan sufi.

Sodaqoh itu buahnya di dunia dan akherat. Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin kurang lebih menjelaskan begini: kalau kita sodaqoh Rp.1.000 kepada orang lain, di dunia ini minimal Tuhan akan memberi kita ganti Rp.1.000 x 10 = Rp.10.000. Di akherat nanti Tuhan menyediakan pahala minimal 10 kali lipat. Kalau kita sodaqoh Rp.1.000 kepada sanak-kerabat yang membutuhkan, Tuhan minimal akan melipatkan ganti di dunia dan pahala di akherat 100 kali, jadi di dunia kita dapat ganti Rp.1.000 x 100 = Rp.100.000. Kalau kita sodaqoh Rp.1.000 kepada seorang ulama, dilipatkan minimal 700 kali, jadi Rp.1.000 x 700= Rp.700.000. Itu semua perhitungan paling apes, minimal. Semakin ikhlas bersodaqoh, semakin besar kelipatan ganti dan pahalanya. Tentu, yang menilai seberapa ikhlas kita, hanya Tuhan semata.

Mengenai sodaqoh, sangat-sangat banyak ayat Al Qur’an membicarakannya. Malah, selalu mengingatkan dalam tiap paragrafnya. Hadits? Begitu banyak Hadits Nabi SAW mengenai ini, diantaranya kurang-lebih sebagai berikut: Obatilah penyakitmu dengan sodaqoh, tolaklah bencana dengan sodaqoh, sambunglah persaudaraan dengan sodaqoh, hindarkan dirimu dari neraka dengan sodaqoh, sukseskan keinginan dan cita – citamu dengan sodaqoh, sodaqoh sirr (rahasia, maksudnya tidak ada orang yang tahu, termasuk yang menerima sodaqoh) itu memadamkan murka Tuhan, ahli sodaqoh itu dekat dengan Tuhan-manusia-malaikat- surga dan jauh dari neraka.

Kalau kita terus-menerus sodaqoh, mudah-mudahan kita digolongkan sebagai hamba Tuhan yang murah hati. Sebab, jika sampai jadi bakhil-pelit itu sangat-sangat-sangat berbahaya! Orang bodoh + malas beribadah tetapi suka sodaqoh itu lebih disukai Allah daripada orang pintar + rajin beribadah tapi pelit. Orang yang murah-hati itu tempatnya di surga, orang pelit itu tempatnya di neraka. Walloohu a’lam.

K.H. Muhammad Fuad Riyadi